counter hit make

Rekomendasi Pakaian untuk Musim Panas di Jepang

Rekomendasi Pakaian untuk Musim Panas di Jepang

Jangan meremehkan musim panas di Jepang. Walaupun kita berasal dari Negara tropis, musim panas di Jepang lebih panas daripada cuaca di Indonesia, lho. Suhunya bisa mencampai 40 derajat celcius! Karena itu musim panas adalah musim yang susah-susah gampang untuk bertraveling. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena kami sudah menyiapkan rekomendasi pakaian yang nyaman untuk kamu pakai.

Baggy Pants dan Celana Kulot

Striped T-shirt and culottes
Copyright: Novita Estiti

Setelah mempopulerkan tren siluet baju yang mungil, kini Jepang merekomendasikan gaya pakaian oversized untuk tren fashion di musim panas. Dengan ukuran yang longgar, celana oversize memberikan rasa nyaman dan sirkulasi udara yang lebih baik untuk tubuhmu. Selain itu celana oversize juga bisa mengurangi kulitmu dari iritasi. Cuaca yang panas pasti membuat kita berkeringat hebat, jika bergesekan dengan celana yang ketat kulitmu bisa lecet dan iritasi, apalagi kalau kamu banyak beraktivitas. Untuk bawahan, celana kulot atau baggy pants sangat pas untuk dipakai saat jalan-jalan.

Pakaian Oversize

Female students taking selfie pictures in green forest
copyright: Apricot Cafe

Seperti celana kulot dan baggy pants, pakaian oversize yang trendy memberikan kenyamanan yang dibutuhkan saat cuaca serasa membakar kulit. Karena kelembaban udara yang tinggi, kami merekomendasikan pakaian dari bahan katun agar keringat yang diserap cepat mengering. Kami sarankan untuk tidak menggunakan pakaian yang terlalu terbuka, ya.

Sneakers

Sneakers
copyright: Roobee

Jika bicara tentang jalan-jalan di Jepang, tentu kita akan banyak berjalan kaki. Bahkan di kota-kota dengan jalur transportasi yang lengkap seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka, cara paling cepat untuk mengeksplor adalah dengan berjalan kaki. Apalagi kita akan malas menggunakan kereta yang penuh dengan orang-orang yang penuh keringat. Untuk musim panas ini, sepatu sneaker yang ringan adalah investasi yang baik. Untungnya Jepang punya segudang toko sepatu yang trendy dan awet dengan harga terjangkau di setiap kota. Jadi kamu bisa langsung membelinya.

Oversized Bag

margaret bag
copyright : skirt_as_top

Ketika kamu tiba di Jepang, kamu akan menyadari tidak ada tempat sampah di jalan. Selain tempat sampah yang ada di mesin penjual otomatis, cukup sulit untuk menemukan tempat sampah di tempat lain. Tapi tetap saja kamu tidak boleh membuang sampah sembarangan karena kamu bisa didenda jika melakukannya. Karena itu lebih baik untuk membawa tas yang lebih besar untuk menyimpan sampahmu saat berjalan-jalan nanti.

Sandal atau Selop

Sandals
copyright: David Engler

Membawa sepasang sandal atau selop yang stylish adalah ide yang bagus saat berjalan-jalan saat musim panas. Apalagi jika kamu berencana untuk mengunjungi pantai, kamu bisa langsung mengganti sepatu sneakersmu dengan sandal yang lebih nyaman. Lalu untuk apa membawa selop? Beberapa tempat wisata melarang kita menggunakan sepatu saat masuk ke dalam ruangan. Misalnya, beberapa restaurant tradisional, pemandaian umum, di dalam kuil atau di dalam ruangan. Biasanya tempat-tempat seperti itu menyediakan selop yang bisa kamu pinjam. Tapi jika kamu tidak suka menggunakan selop pinjaman, membawa selop sendiri adalah ide yang bagus.

Jas Hujan

rain
copyright: Fushiana

Cuaca di musim panas Jepang sangat sulit untuk diprediksi. Kita tidak tahu kapan akan turun hujan badai. Karena itu lebih baik sedia payung sebelum hujan. Eh, tapi payung mudah diterbangkan angina badai. Kalau begitu jas hujan adalah solusinya. Kamu bisa membeli jas hujan sekali pakai di minimarket terdekat, tapi membawa jas hujan sendiri yang lebih kuat akan lebih menghemat biaya. Membawa jas hujan pribadi juga membantu menjaga lingkungan dari sampah plastik, lho.

Yukata

Yukata
copyright: Toronto Matsuri

Musim panas adalah waktu di mana seluruh Jepang sibuk mempersiapkan festival-festival besar. Mulai dari bulan Juli sampai Agustus, kalender akan penuh dengan pemberitahuan festival musim panas atau biasa disebut matsuri.

Beberapa di antaranya adalah Festival Kyoto Gion Matsuri yang berlangsung selama seminggu, lho. Selain itu di Tokyo ada festival Koenji Awa-dori yang membuat jutaan penonton mengerumuni daerah Koenji untuk melihat ratusan penari awa odori. Jika kamu pergi ke Yokohama, Yokohama Sparkling Twilight adalah festival kembang api yang tidak boleh kamu lewatkan.

Jika kamu ingin ikut serta dalam festival, kami sarankan untuk memakai yukata: kimono musim panas yang terbuat dari katun tipis. Yukata adalah pakaian tradisional yang disukai oleh warga Jepang, tua-muda, laki-laki mau pun wanita. Pakaian ini longgar, sejuk, mudah dipakai, dan tersedia dalam banyak warna dan motif yang indah. Harganya pun juga sangat terjangkau, lho. Cocok juga untuk oleh-oleh.

Tenugui

Tenugui Patterns
copyright: Hijiri Shepherd

 

Meski terlihat simpel, jangan remehkan benda satu ini. Tenugui adalah sehelai kain berukuran 30cmx3cm yang biasa kita sebut dengan sapu tangan. Biasanya tenugui bermotif dan berwarna cerah. Tenugui sendiri berarti benda untuk mengelap tangan, tapi bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti membungkus kado, dekorasi dan lain-lain.

Karena terbuat dari katun tenugui bisa digunakan sebagai penutup kepala untuk mengurangi panas sekaligus untuk menyeka keringat, lho. Harganya juga sangat murah, hanya sekitar 100 Yen atau 10.000 rupiah! Cocok juga untuk oleh-oleh saat budget sudah mepet.

 

Bagaimana? Sudah siap jalan-jalan ke Jepang musim panas ini? Semoga rekomendasi pakaian musim panas kami bisa berguna saat kamu pergi ke Jepang nanti, ya.

 

Hubungi Kami di Whatsapp
%d bloggers like this: