6 Winter Festival Terbaik dan Seru di Jepang

6 Winter Festival Terbaik dan Seru di Jepang

Musim dingin di Jepang memang diisi dengan angina dingin dan salju lebat yang turun. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa bersenang-senang di musim dingin. Pakai syal dan jaketmu dan jelajahilah festival-festival musim dingin di Jepang yang pastinya tidak kalah seru dari festival di musim panas!

Chichibu Night Festival, Perfektur Saitama

DSC_2943b
copyright: Victor Wong
3.12.10
copyright: Anna

 

Kembang api biasanya jadi trademark festival musim panas. Tapi bagaimana ya, jika festival kembang api diadakan di musim dingin? Langit musim dingin yang biasanya tidak berawan dan bersih pastinya akan membuat pertunjukkan kembang api semakin indah dan jelas untuk dinikmati. Kamu bisa melihat kembang api musim dingin di Chichibu Night Festival Saitama dengan menaiki kereta dari Tokyo.

Arak-arakan raksasa yang dihiasi dengan ratusan lampion akan dibawa mengelilingi jalanan di kota, diikuti dengan pertunjukkan kembang api selama dua setengah jam! Menikmati kembang api di malam hari lebih nikmat lagi sambil meminum secangkir amakaze panas (sake manis) untuk menghangatkan tubuh.

Hanatoro (lantern Illuminations), Kyoto

Tak berjudul
copyright: Caleb Perry
PC200236-61
copyright: nuts_4123

Ada dua festival Lantern Illumination yang terkenal di Kyoto: Higashiyama festival di bulan Maret dan Arashiyama festival di bulan Desember. Arashiyama terkenal dengan hutan bambu yang menjulang tinggi bermeter-meter. Saat malam, hutan bamboo yang dihiasi dengan cahaya kekuningan dari lilin lentera dan salju putih yang memantulkan cahaya lilin akan menjadi pemandangan yang sangat spesial.

Oniyo Fire Festival, Fukuoka

Oniyo Kurume Fire Festival
copyright: Ogawasan
Oniyo Kurume Fire Festival
copyright: ogawasan

 

Oniyo adalah salah satu dari tiga festival api terbesar di Jepang. festival ini juga mungkin salah satu yang tertua karena sudah dilaksanakan selama kurang lebih 1,600 tahun, lho. Festival ini diadakan di Kuil Daizenji Tamateregu di Fukuoka setiap bulan Januari, digunakan untuk mengusir roh-roh jahat. Sebuah perapian dijaga agar tidak padam selama seminggu di dalam kuil. Lalu gerombolan laki-laki berpakaian fundoshi (celana dalam Jepang) akan mengantarkan api itu ke enam obor raksasa di kuil. Kemudian api itu akan diarak mengelilingi kuil.

Konon katanya jika baju kita terkena percikan api dari obor itu, maka itu adalah pertanda baik.

Sapporo Snow Festival, Sapporo

Sapporo Snow Festival 2016
copyright: roland wich
Sapporo Snow Festival #6
copyright: Tetsuya Aoki

Tidak lengkap berlibur di musim dingin di Jepang tanpa mengunjungi Sapporo Snow Festival, festival salju terbesar di Jepang- bahkan di dunia. Sapporo berada di pulau paling utara kepulauan Jepang, Hokkaido. Suhu musim dingin di Hokkaido jauh lebih dingin daripada daerah-daerah lain di Jepang. itu artinya salju di pulau ini sangat banyak!

Salju yang melimpah di Hokkaido tidak dibiarkan begitu saja, lho. di tangan para pemahat salju dan es profesional, salju-salju itu disulap menjadi replika bangunan megah seukuran aslinya. Tidak hanya satu, tapi ratusan! Saat malam hari, cahaya-cahaya lampu warna-warni akan mengiluminasi pahatan salju dengan pola-pola yang indah.

Otaru Lantern, Kota Otaru

Otaru Lights
copyright: supermauerbros
IMG_0831
copyright: swimmingfarah

 

Jika kamu berada di Sapporo, jangan lupa mengunjungi kota Otaru, hanya berjarak 30 menit saja dari Sapporo. Kota yang terkenal dengan kanal air ini punya cara unik untuk membuat musim dingin menjadi sangat romantis. Di sepanjang jalan dan kanal di kota ini, penduduk sekitar akan membuat lentera dari es dan menyalakan lilin di dalamnya saat malam hari. Jalanan akan bercahaya seperti diterangi oleh peri-peri salju.

Nozawa Dosojin Festival, Nozawa Onsen

_MG_7195
copyright: Stuart Addelsee
_MG_7602
copyright : Stuart Addelsee

 

Nozawa Dosojin Festival ini bisa dibilang festival yang cukup ekstrim. Di Jepang, umur 25 dan 42 tahun dianggap membawa sial bagi para laki-laki. Untuk mencegah kesialan, laki-laki berumur 25 dan 42 tahun akan bergotong royong membuat sebuah kuil dari kayu lalu membakarnya sampai habis.

Ketika kuil telah jadi, kuil akan disiram dengan sake berjumlah banyak. Kemudian laki-laki berumur 42 tahun akan membakar kuil ini dari atas, sedangkan yang berumur 25 tahun harus menjaga kuil dari bawah. Laki-laki lain yang berumur selain 25 dan 42 bertugas untuk membumihanguskan kuil kayu ini.

 

Itu dia festival-festival menarik di Jepang saat musim dingin. Mana yang paling ingin kamu kunjungi?

 

Need Help? Chat with us
%d bloggers like this: