Tourjepang.co.id – Mei di Tokyo itu selalu penuh keseruan. Ada banyak festival kece, bunga musim semi yang bermekaran, sampai pameran menarik yang wajib banget dikunjungi. Semua keseruan ini biasanya dimulai dari akhir libur Golden Week, lalu lanjut terus sepanjang bulan.
Cuacanya juga mulai nyaman. Nggak terlalu dingin dan belum panas-panas banget, jadi pas banget buat eksplor kota atau nongkrong di luar. Bulan ini juga jadi momen dibukanya berbagai beer garden di seluruh penjuru kota, makin seru buat hangout bareng temen.
Biar nggak ketinggalan acara seru, simak panduan lengkap tentang event-event terbaik yang ada di Tokyo selama Mei ini!
Event Seru Bulan Mei di Tokyo
Table of Contents
1. Sanja Matsuri
Salah satu festival tradisional terbesar dan paling meriah di Tokyo ini bakal kembali lagi tahun ini selama tiga hari berturut-turut. Pertama kali diadakan pada tahun 1312, Sanja Matsuri adalah perayaan untuk menghormati tiga tokoh pendiri Kuil Sensoji di Asakusa, dan tiap tahunnya bisa menarik hampir dua juta pengunjung.
Puncak festivalnya jatuh pada hari Minggu, 18 Mei, saat tiga mikoshi raksasa (kuil portabel) akan diarak keliling jalanan Asakusa. Warga lokal biasanya gantian buat bawa mikoshi ini, dan kadang sampai rebutan karena saking antusiasnya. Biar dapet spot nonton yang oke, jangan lupa cek peta rute mikoshi secara real-time. Parade ini mulai jam 8 pagi dan berlangsung sepanjang hari.
Sabtu, 17 Mei, ada juga acara seru bernama Chonai Mikoshi Rengo Togyo, di mana sekitar 100 mikoshi dari 44 distrik bakal dikumpulin dan disucikan di Kuil Asakusa. Setelah itu, akan ada prosesi pendeta, pemusik tradisional, dan rombongan lainnya. Acaranya diadakan di area belakang aula utama Kuil Sensoji mulai tengah hari.
Walaupun acara di hari Sabtu dan Minggu biasanya yang paling ramai, prosesi utama hari Jumat, 16 Mei jam 1 siang bisa jadi pilihan terbaik buat kamu yang mau ambil foto mikoshi saat melintasi gerbang Kaminarimon yang ikonik. Soalnya, di hari itu kemungkinan besar pengunjung nggak sepadat akhir pekan.
Satu hal penting yang perlu kamu tahu, festival ini juga memperlihatkan sisi Jepang yang jarang kelihatan oleh wisatawan. Sanja Matsuri dikenal juga (terutama di luar negeri) karena kehadiran sejumlah anggota yakuza yang ikut berpartisipasi. Kalau kamu melihat rombongan pria dan wanita Jepang bertato penuh dan kadang tanpa baju, sebaiknya jangan menatap mereka terus atau bersikap nggak sopan. Kalau mau foto, lebih baik minta izin dulu dengan sopan. Secara umum, mereka datang buat nunjukin kekuatan dan seni tato mereka, jadi mereka biasanya oke-oke aja dapat perhatian.
2. Kachiya Festival
Kachiya Matsuri adalah festival untuk mengenang doa kemenangan dari Fujiwara no Hidesato, seorang birokrat istana pada zaman Heian. Setelah doanya dikabulkan, dia berhasil menumpas pemberontakan yang dipimpin oleh samurai pemberontak, Taira no Masakado.
Festival ini berawal dari Hidesato yang mempersembahkan busur dan panahnya ke kuil sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangannya. Sekarang, versi modern dari festival ini masih mempertahankan semangat itu lewat prosesi persembahan kachiya (panah kemenangan) dan parade samurai tradisional.
Kamu bisa lihat langsung parade samurainya yang dimulai jam 1 siang. Rutenya sudah tersedia di Google Maps, jadi tinggal cek aja biar nggak nyasar pas nonton prosesi kerennya.
3. Kurayami Matsuri
Kurayami Matsuri, atau dikenal juga sebagai “festival kegelapan”, adalah event seru selama seminggu penuh yang diadakan di Kuil Okunitama, Fuchu. Rangkaian acaranya berlangsung selama libur Golden Week, lengkap dengan parade mikoshi, pertunjukan budaya, dan banyak hiburan ramah keluarga.
Waktu paling seru buat datang ke sini adalah malam tanggal 5 Mei. Di malam itu, delapan mikoshi bakal diarak keliling area kuil sambil diiringi dentuman genderang taiko raksasa yang bikin suasananya makin meriah.
Jangan lewatkan juga atraksi yabusame, yaitu panahan tradisional sambil menunggang kuda, yang dimulai jam 10.30 malam di hari yang sama. Buat yang pengin tahu jadwal lengkap acaranya, bisa langsung cek di website resmi mereka (bahasa Jepang, ya).
Baca juga: 10 Festival Tradisional Jepang Paling Spektakuler yang Wajib Kamu Lihat di Tahun 2025
4. Shibuya Kagoshima Ohara Matsuri
Festival terbesar dari Kagoshima, yang diambil dari nama lagu rakyat terkenal dari kota pesisir di Kyushu, bakal nge-takeover Shibuya pada 17 dan 18 Mei. Festival ini penuh dengan parade, nyanyian, dan pertunjukan tari tradisional yang bikin suasana makin meriah.
Parade utamanya digelar hari Minggu, 18 Mei, mulai dari jam 12 siang sampai jam 5 sore. Rutenya lewat Jalan Dogenzaka dan Bunkamura. Kamu bakal lihat para penari dengan yukata warna-warni dan happi (jaket khas festival), diiringi suara tabuhan genderang tradisional yang bikin semangat ikut naik.
Selama festival berlangsung, kamu juga bisa icip-icip makanan khas Kyushu di toko Uniqlo cabang Dogenzaka. Kalau kamu jadi kepikiran pengin liburan ke Kagoshima gara-gara festival ini, bisa langsung mampir ke booth informasi wisata Kagoshima yang ada di lokasi.
Tahun ini, acaranya makin lengkap dengan tambahan event Kagoshima Shochu & Music Fest, yang digelar bersamaan pada dua hari itu, dari jam 12 siang sampai jam 8 malam. Lokasinya ada di Glade Park, lantai lima di atas Uniqlo Dogenzaka. Di sini kamu bisa nyobain shochu dari 24 distileri asal Kagoshima, yang emang terkenal sebagai salah satu produsen shochu terbaik di Jepang. Harga satu cup cuma ¥300, dan ada 48 jenis shochu yang bisa dicoba. Dijamin ada yang cocok sama selera kamu.
5. Tokyo Night Market
Nikmati suasana musim semi yang adem dan asik di Tokyo Night Market yang lokasinya nggak jauh dari Shibuya Crossing. Di sini kamu bisa eksplor berbagai street food lezat, sambil nonton pertunjukan live, pameran seni, dan diiringi musik dari para DJ yang bakal nemenin suasana sampai jam 10 malam.
Event ini bakal digelar selama lima malam berturut-turut, dari tanggal 21 sampai 25 Mei, di area Keyaki dalam Taman Yoyogi. Ini jadi edisi keempat dari Tokyo Night Market, dan kabarnya bakal lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Versi sebelumnya yang digelar musim semi sempat menghadirkan deretan DJ dan seniman lokal dari Shibuya, termasuk DJ-DJ dari The Church Bar seperti Da Yama, Yoshi Kanou, dan kulage.
Untuk versi musim gugurnya sih belum diumumin, tapi kamu bisa cek update paling baru lewat Instagram resmi mereka.
Jadwal acara: hari Rabu sampai Jumat dimulai jam 4 sore sampai 10 malam, dan akhir pekan dibuka lebih awal, dari jam 2 siang sampai 10 malam
6. Adachi Fireworks
Festival kembang api populer di sepanjang Sungai Arakawa ini bakal balik lagi tahun ini dengan pertunjukan spektakuler. Event tahunan ini udah ada sejak tahun 1924, dan kali ini bakal ada 14.000 kembang api yang diluncurkan selama satu jam penuh pada Sabtu, 31 Mei.
Tahun ini jadwalnya dimajukan ke awal musim panas biar risiko heatstroke dan pembatalan karena cuaca ekstrem bisa ditekan. Kamu bisa nikmatin pertunjukannya dari sisi Nishi-Arai atau Senju Sungai Arakawa, tepatnya di antara Jembatan Nishi-Arai dan Senjushin. Di sepanjang tepi sungai ada beberapa taman yang enak buat gelar tikar dan piknik sambil nonton kembang api, salah satunya di area hijau dekat Jembatan Arakawa Nishiarai.
Acaranya gratis dan terbuka untuk umum, tapi ada juga tiket kursi khusus yang sayangnya udah sold out. Buat info terbaru, kamu bisa pantau terus di situs resmi mereka.
Baca juga: Inilah 15 Kesalahan yang Membuat Turis Boros Saat Liburan ke Jepang
7. Kagurazaka Street Stage O-edo Tour
Kawasan Kagurazaka yang biasanya tenang dan elegan bakal berubah jadi super meriah selama dua hari, pas event seru yang ngerayain seni tradisional Jepang ini digelar. Pusat acaranya ada di sekitar Kuil Zenkokuji dan Kuil Akagi, tapi pertunjukannya nyebar ke seluruh area Kagurazaka.
Kamu bisa nemuin berbagai hiburan khas Jepang seperti rakugo (stand-up comedy ala Jepang), kodan (cerita sejarah), cerita rakyat dengan alat musik biwa, sampai kolaborasi unik antara musik tradisional Jepang dan alat musik Barat. Ada juga pertunjukan teater Noh yang klasik banget.
Salah satu yang paling menarik adalah penampilan shinnai nagashi — biasanya terdiri dari dua penyanyi dan satu pemain shamisen — yang bakal keliling area Kagurazaka (Sabtu jam 16.30 & 19.00, Minggu jam 13.00 & 15.00). Selain itu, ada juga pertunjukan storytelling khas Jepang di Storytellers’ Theatre, termasuk Gidayu-bushi, Rokuyoku, dan cerita-cerita dengan alat musik biwa (Sabtu jam 13.30 & 15.30, Minggu jam 12.00 & 15.00).
Buat kamu yang bawa anak kecil, tenang aja, ada juga zona hiburan yang ramah keluarga. Di sana, anak-anak bisa coba mainan tradisional Jepang kayak gasing kayu (koma) dan kendama.
Kalau kamu bisa bahasa Jepang, kamu juga bisa ikutan stamp rally walking guide hari Minggu buat sekalian belajar sejarah lokal Kagurazaka dengan cara yang fun.
Jadwal lengkap dan info detailnya bisa dicek langsung di situs resmi event ini, ya!
8. Bunga Nemophila di Hitachi Seaside Park
Kalau kamu lagi cari pemandangan yang super cantik buat healing tipis-tipis, cobain deh jalan-jalan ke Hitachi Seaside Park di Ibaraki dari pertengahan April sampai awal Mei. Di sana ada sekitar 5,3 juta bunga nemophila alias ‘baby blue eyes’ yang mekar dan nutupin area perbukitan seluas 3,5 hektar.
Waktu terbaik buat liat bunganya biasanya dari pertengahan sampai akhir April. Tapi kalau datang lebih awal atau agak telat dikit, pemandangannya tetap nggak kalah indah, kok. Menurut prediksi tahun ini, puncak mekarnya ada di antara tanggal 20 sampai 27 April.
Yang bikin makin seru, selama musim nemophila ini, taman juga nyediain berbagai makanan dan minuman bertema biru yang Instagramable banget. Kamu bisa nyobain es krim rasa soda ramune lengkap sama kukis bentuk bunga nemophila, lemonade biru yang segar, latte biru, bahkan ramen kari dengan kuah berwarna biru!
Kalau mau bawa pulang oleh-oleh, mereka juga jual berbagai suvenir lucu kayak makaron nemophila, kukis, sampai aksesori dengan desain bunga favorit musim ini.
Nggak cuma nemophila aja, taman ini juga punya bunga musim semi lain seperti daffodil dan tulip yang mekar di sekitar waktu yang sama. Jadi kamu bisa dapet banyak view cantik dalam satu kunjungan!
9. Festival Fuji Shibazakura
Festival Fuji Shibazakura hadir lagi di musim semi ini dengan lautan bunga pink, ungu, dan putih yang mencapai 500.000 kuntum. Acara ini berlangsung dari 12 April sampai 25 Mei. Lokasinya berada di sekitar Danau Motosu di Prefektur Yamanashi dengan latar belakang Gunung Fuji yang megah. Kombinasi bunga moss phlox atau shibazakura dan pemandangan Gunung Fuji menjadikan festival ini salah satu yang paling populer, terutama saat Golden Week karena selalu ramai dikunjungi warga Tokyo.
Selain delapan jenis shibazakura, kamu juga bisa melihat berbagai bunga musim semi lainnya seperti bunga sakura, grape hyacinth, poppy anemone, dan forsythia yang tak kalah menawan. Di dekat lokasi festival juga ada taman bertema Peter Rabbit yang dihiasi sekitar 300 jenis tanaman dan figur karakter dari buku cerita klasik.
Cara paling praktis untuk mencapai tempat ini adalah dengan naik bus langsung dari Tokyo. Tiket pulang-pergi sudah termasuk tiket masuk festival dengan harga mulai dari 8800 yen. Bus berangkat dari tiga titik utama yaitu dekat pintu keluar taman Stasiun Ueno, depan Tokyu Plaza Ginza, dan depan Universitas Kogakuin yang berada dekat pintu keluar barat Stasiun Shinjuku. Perjalanan memakan waktu sekitar dua setengah jam langsung ke lokasi festival. Sangat disarankan untuk memesan tiket lebih awal karena kursi cepat penuh terutama saat musim ramai.
Alternatif lainnya adalah naik kereta ekspres Fuji Excursion dari Shinjuku ke Stasiun Kawaguchiko dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Setelah itu kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan naik shuttle bus Fuji Shibazakura Liner selama kurang lebih 50 menit untuk sampai ke tempat festival.
Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Terbaik Buat Lihat Bunga Wisteria di Tokyo dan Sekitarnya
10. Shibuya Stream Theater Week
Nikmati pemutaran film gratis di Shibuya Stream musim semi ini yang berlangsung dari 28 April sampai 11 Mei. Lokasinya berada di area tangga utama luar ruangan dan Inaribashi Square. Setiap harinya akan ada satu hingga dua film berbeda yang diputar. Beberapa judul yang bisa kamu tonton antara lain La La Land, Ghostbusters Frozen Empire, Mamma Mia, Kung Fu Panda 4, dan Fall Guy.
Mayoritas film diputar dalam bahasa Inggris dengan subtitle bahasa Jepang. Namun, ada juga beberapa film yang ditayangkan dalam versi dubbing bahasa Jepang. Waktu pemutaran bervariasi tergantung hari, dan kamu bisa melihat jadwal lengkapnya di situs resmi acara.
Acara ini tidak dipungut biaya dan tidak memerlukan tiket. Meski begitu, tempat duduk terbatas dan tidak menerima reservasi, jadi sebaiknya datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat.
11. Seaside Cinema
Golden Week ini, festival bioskop luar ruangan akan hadir di enam lokasi berbeda di kawasan tepi laut Minato-Mirai, Yokohama. Acara berlangsung dari 2 hingga 6 Mei, dan kamu bisa menikmati film-film Jepang maupun internasional selama libur panjang ini. Mayoritas film ditayangkan dalam versi sulih suara bahasa Jepang, tapi ada empat film berbahasa Inggris yang dilengkapi dengan subtitle bahasa Jepang.
Seluruh film berbahasa Inggris diputar di Marine and Walk Yokohama. Film-film tersebut antara lain drama romantis Korea Past Lives yang dibintangi Greta Lee pada 3 Mei, drama komedi Prancis-Jepang Super Happy Forever pada 4 Mei, film animasi Spanyol-Prancis Robot Dreams pada 5 Mei, serta film aksi komedi Jepang tahun 2024 Baby Assassins Nice Days pada 6 Mei. Seluruh film diputar mulai pukul 18.40 tanpa perlu membeli tiket, jadi kamu cukup datang dan menonton.
Film-film lainnya juga bisa kamu saksikan di Yokohama Red Brick Warehouse, Pacifico Yokohama, Bay Quarter, dan World Porters. Selain itu, akan ada siaran langsung talk show di Yokohama Hammerhead. Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi situs resmi acara.
12. Thai Festival
Sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di Yoyogi Park, Thai Festival biasanya berlangsung bersamaan dengan cuaca musim semi yang menyenangkan. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan keramaian dan nikmati beragam hidangan khas Thailand seperti pad thai, kari hijau dan khao soi yang disajikan oleh berbagai restoran Thailand di Tokyo seperti Jasmine Thai dan Krung Siam.
Selain makanan, kamu juga bisa menjelajahi banyak stan yang menawarkan berbagai kerajinan tangan hingga minuman khas seperti bir Singha. Hiburan pun tak kalah seru dengan pertunjukan tari tradisional, musik rock khas Thailand, demonstrasi seni bela diri dan masih banyak lagi.
Jadwal pertunjukan di kedua hari sangat padat dan bisa kamu cek langsung di situs resmi acara.
Baca juga: Rekomendasi 12 Festival Kuliner Terbaik di Tokyo Selama Golden Week 2025
13. Sichuan Festival
Para koki spesialis masakan Sichuan dari berbagai penjuru Tokyo akan menyajikan hidangan pedas khas mereka di Nakano Central Park selama akhir pekan 10 hingga 11 Mei. Ada tiga belas restoran yang berpartisipasi dalam festival tahun ini, termasuk Yang Xiang Ajibo, Tenshin Gyoza, Chen Mapo Doufu dan masih banyak lagi.
Pengunjung bisa mencicipi berbagai hidangan klasik Sichuan seperti mapo tofu, dandan noodles dan hot pot. Jangan lupa padukan makanan pedasmu dengan sekaleng bir Tsingtao agar makin mantap.
14. Poland Festival
Kalau kamu penasaran dengan budaya Eropa Tengah, khususnya Polandia, jangan lewatkan Poland Festival yang diadakan sehari penuh di Roppongi Hills Arena. Festival ini jadi ajang yang menarik untuk mengenal lebih dekat seni, musik, dan tradisi Polandia dalam suasana yang meriah. Kamu bisa menyaksikan pertunjukan musik dan tarian khas, mengikuti bincang-bincang budaya, hingga melihat langsung pameran kerajinan tangan dan karya seni.
Pastinya juga ada kuliner khas Polandia yang menggugah selera, mulai dari hidangan tradisional hingga camilan manis yang jarang ditemukan di Tokyo. Jangan lupa mampir ke stan yang menjual berbagai produk khas Polandia, baik untuk dikoleksi maupun sebagai oleh-oleh.
Untuk jadwal acara dan informasi lengkap, cek terus situs resmi Polish Institute di Tokyo.
15. Okinawa Fes Milafete
Rasakan suasana tropis khas Okinawa tanpa harus keluar dari Tokyo lewat festival seru yang satu ini. Bertempat di Taman Yoyogi pada tanggal 17 dan 18 Mei, Okinawa Fes Milafete hadir membawa cita rasa, warna, dan irama dari prefektur paling selatan Jepang langsung ke tengah kota.
Festival ini jadi surganya pecinta kuliner Okinawa. Kamu bisa mencicipi berbagai hidangan khas seperti soki soba yang gurih, taco rice yang unik, spam onigiri yang praktis, hingga es krim terkenal Blue Seal. Jangan lupa juga untuk meneguk bir Orion yang jadi kebanggaan Okinawa.
Selain makanan, kamu bisa menjelajahi deretan stan yang menjual beragam kerajinan dan barang khas Okinawa, semuanya penuh warna dan kental dengan nuansa pulau. Suasana festival makin meriah dengan berbagai aktivitas seru seperti spot foto menarik dan area bermain anak dengan wahana balon.
Panggung utama juga tak kalah menarik dengan penampilan dari musisi-musisi asal Okinawa, termasuk band J-pop Mongol800, Shen dari Def Tech, rapper lokal Ritto, dan banyak lagi. Cek jadwal lengkapnya di situs resmi festival supaya kamu tidak ketinggalan artist favoritmu.
Baca juga: Rekomendasi 18 Pameran Seni Terbaik Tahun 2025 di Tokyo Saat Ini
16. Laos Festival
Di antara banyaknya festival budaya yang digelar di Taman Yoyogi, Laos Festival dikenal sebagai salah satu yang paling santai dan nyaman. Suasananya yang rileks dipadukan dengan aroma makanan khas dan deretan stan kerajinan tangan membuat acara ini jadi tempat ideal untuk bersantai sambil mengenal budaya Laos lebih dekat.
Festival ini menghadirkan aneka kuliner otentik yang jarang ditemukan di Tokyo. Kamu bisa mencicipi larb, salad daging khas Laos yang segar dan pedas, sosis Lao dengan cita rasa unik, serta bir Laos yang cocok untuk menemani santapanmu. Semua disiapkan langsung oleh komunitas Laos dan restoran khas, jadi rasanya benar-benar menggugah selera.
Tidak hanya kuliner, acara ini juga dipenuhi pertunjukan budaya dari seniman dan penari tradisional Laos. Musik etnik, tarian penuh warna, hingga penampilan spesial lainnya akan menghibur pengunjung di sepanjang hari.
17. Vietnam Festival
Vietnam Festival kembali meramaikan Taman Yoyogi sebagai salah satu perayaan budaya paling dinanti yang membawa nuansa Vietnam modern ke tengah Tokyo. Sekitar 130 stan berjajar di area Event Square, menyajikan berbagai makanan khas seperti bánh mì yang renyah, pho hangat yang penuh rempah, dan bánh xèo yang gurih. Semua sajian ini semakin nikmat ditemani bir Vietnam yang segar atau kopi Vietnam yang khas dengan rasa pahit dan manis yang seimbang.
Tak hanya soal kuliner, festival ini juga menghadirkan aneka kerajinan tangan yang penuh warna, aksesori unik, pakaian khas, serta berbagai bumbu dan bahan masakan yang bisa kamu bawa pulang.
Panggung utama akan diisi dengan hiburan seru yang menggabungkan seni pertunjukan tradisional dan musik pop modern. Tahun ini, beberapa bintang besar dari dunia V-pop seperti Min, Erik, dan Pham Dinh Thai Ngan siap memeriahkan acara. Pengisi acara dari Jepang pun tak kalah menarik dengan kehadiran penyanyi Ai Kawashima serta band Sunplaza Nakano-kun dan Pappara Kawai.
Semua detail jadwal dan daftar penampil bisa kamu temukan di situs resmi festival.
18. Ebisu Bloomin’ Jazz Garden
Musim festival musik outdoor resmi dimulai seiring cuaca Tokyo yang makin hangat. Di tengah suasana elegan Yebisu Garden Place, festival jazz bertajuk Ebisu Bloomin’ Jazz Garden kembali hadir untuk tahun keduanya. Selama tiga hari berturut-turut di bulan Mei, area ini akan dipenuhi alunan jazz dari para musisi berbakat, baik dari Jepang maupun mancanegara.
Selain penampilan utama yang memerlukan tiket, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan gratis dari sejumlah musisi lokal ternama. Beberapa nama yang akan tampil antara lain Lisa Ono dengan sentuhan khas bossa nova, pianis jazz Tadataka Unno, penyanyi sekaligus bassist Tendre, dan trio dinamis Grace Aimi, Yancy dan Zack Auslander.
Bagi yang ingin pengalaman lebih mendalam, ada pula konser berbayar yang menampilkan deretan artis pilihan. Beberapa di antaranya adalah penyanyi R&B Kona Rose yang tampil bersama David Bryant, band alternatif Luby Spark, serta Wonk yang dikenal dengan gaya soul eksperimentalnya. Semua penampilan ini akan berlangsung di Blue Note Place, venue eksklusif yang dikelola oleh klub jazz legendaris Blue Note.
Tahun ini, festival juga mengangkat momen spesial peringatan 130 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Brasil. Sebagai bagian dari perayaan, akan ada pesta samba bergaya pagode yang dipandu oleh Ruy Ramos, mantan pemain sepak bola terkenal, bersama putrinya Fabiana. Keduanya akan tampil di atas panggung, Ruy sebagai penabuh perkusi dan Fabiana sebagai vokalis.
Tiket berdiri dibanderol seharga 3.900 yen dan sudah bisa dibeli secara online melalui Eplus. Untuk detail lebih lanjut mengenai jadwal dan daftar penampil, kunjungi situs resmi acaranya.
Baca juga: Jepang Punya Danau Seindah Ini? 10 Danau yang Wajib Banget Buat Dikunjungi!
19. Star Wars Day Yokohama Minatomirai 2025
Golden Week di Yokohama akan semakin seru bagi para penggemar galaksi jauh di sana. Area Minatomirai akan disulap menjadi dunia Star Wars untuk memperingati Star Wars Day yang jatuh setiap tanggal 4 Mei. Tanggal ini dipilih karena terdengar mirip dengan kalimat ikonik “May the Force be with you”, yang kemudian dipelesetkan menjadi “May the Fourth be with you” oleh para fans.
Perayaan ini akan tersebar di berbagai lokasi ikonik seperti Landmark Plaza, Mark Is Minato Mirai, Balai Kota Yokohama, Grand Mall Park, hingga sekitar Stasiun Sakuragicho. Masing-masing venue akan menghadirkan pengalaman bertema Star Wars yang menarik dan imersif.
Di Landmark Plaza, pengunjung bisa menikmati pameran visual yang menampilkan adegan-adegan legendaris dari film Star Wars lengkap dengan iringan musik khasnya. Di lantai tiga, patung Yoda akan menyambut pengunjung bersama deretan poster film yang membangkitkan nostalgia. Tak ketinggalan juga toko pop-up yang menjual berbagai merchandise mulai dari kaus, tas jinjing, figur, hingga aksesori ponsel, cocok untuk melengkapi koleksi para penggemar.
Bagi yang ingin maraton film, bioskop baru United Cinemas di Mark Is Minato Mirai akan menggelar penayangan spesial kesembilan film utama Star Wars dari 25 April sampai 6 Mei. Film akan ditampilkan dalam bahasa Inggris dengan teks terjemahan Jepang. Di lokasi yang sama, pengunjung juga bisa melihat model Lego berukuran nyata seperti kokpit Millennium Falcon dan sepeda terbang speeder bike yang ikonik.
Keseruan berlanjut di Grand Mall Park yang berdekatan, di mana akan diadakan sesi foto bersama para cosplayer berbaju karakter Star Wars. Dari 3 sampai 6 Mei, area ini juga akan dipenuhi dengan musik-musik bertema Star Wars yang dibawakan secara langsung. Tak lupa, deretan food truck akan menyajikan menu spesial yang terinspirasi dari dunia Star Wars, menambah kenikmatan atmosfer yang ditawarkan. Sebagai pelengkap, video promosi orisinal juga akan ditayangkan di layar besar di luar Balai Kota Yokohama.
Jangan lupa cek situs resmi acara untuk jadwal lengkap dan informasi terbaru.
20. Pameran Patung 3D Studio Ghibli
Pameran patung tiga dimensi Studio Ghibli kembali hadir di Tokyo, membawa dunia magis Ghibli kepada generasi baru penikmatnya. Pameran ini menyuguhkan replika tiga dimensi dari adegan-adegan ikonik dalam film-film animasi populer seperti Spirited Away, My Neighbor Totoro, Howl’s Moving Castle, hingga Porco Rosso. Mengusung versi terbaru dan lebih kaya dari pameran seni pertama Ghibli yang digelar di Tokyo pada tahun 2003, pengalaman kali ini dijamin jauh lebih imersif dan memukau.
Mulai 27 Mei hingga 23 September, pengunjung bisa datang ke Warehouse Terrada di area Tennozu, tepatnya di aula B&C dan E, untuk menyaksikan pameran ini secara langsung. Beberapa adegan yang dihidupkan dalam bentuk instalasi mencakup momen Chihiro menyeberangi jembatan menuju pemandian dalam Spirited Away, serta adegan penuh aksi saat Ponyo menunggang ombak dalam badai demi mengejar Sosuke. Namun, sorotan utama dari pameran ini mungkin jatuh pada replika pesawat amfibi Savoia S-21 milik Porco dari Porco Rosso, yang ditampilkan dalam skala asli dan mencuri perhatian dengan detail yang mengesankan.
Setelah puas menikmati dunia Ghibli, pengunjung bisa mampir ke T-Lotus M, sebuah ruang acara tepi laut yang berada persis di sebelah venue pameran. Di sini, tersedia ham ramen yang terinspirasi langsung dari makanan hangat yang muncul dalam Ponyo, siap mengisi perut sekaligus membangkitkan nostalgia.
Tiket masuk dapat dibeli secara terpisah atau dalam paket gabungan dengan tiket Ghibli Museum maupun dengan paket menginap di hotel tertentu. Informasi lebih lanjut mengenai tiket dan detail acara tersedia di situs resmi (berbahasa Jepang).
21. Teater Imersif Neo-Japonism: Dari Seni Kuno hingga Anime
Musim semi dan musim panas tahun ini, Tokyo National Museum menyuguhkan sebuah pengalaman visual yang memikat, mempertemukan warisan estetika Jepang yang telah terjaga selama ribuan tahun dengan teknologi animasi masa kini. Berlangsung dari 25 Maret hingga 3 Agustus, program ini menghadirkan Immersive Theater on Neo-Japonism: From Ancient Art to Anime, sebuah pertunjukan berdurasi 24 menit yang ambisius dan penuh warna, menelusuri jejak perjalanan seni dan imajinasi Jepang selama sepuluh milenium.
Ditayangkan dalam format ultra-HD di empat dinding raksasa dengan layar setinggi tujuh meter, pertunjukan ini membawa penonton menyelami ragam ekspresi artistik mulai dari figur tanah liat masa prasejarah Jomon, lukisan tinta era Edo, hingga ledakan visual dari dunia anime kontemporer. Digarap oleh tim kreatif dari Panoramatiks dan Cekai, pertunjukan ini bukan sekadar pameran teknologi, tetapi sebuah pengalaman yang menggugah rasa ingin tahu akan cara pandang spiritual dan estetika khas Jepang terhadap alam dan ruang, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi budaya pop dunia.
Lebih dari sekadar menyajikan karya visual, program ini menghubungkan secara mendalam antara gulungan lukisan kuno, motif klasik, dan karya para maestro anime seperti Osamu Tezuka, Isao Takahata, serta Mamoru Hosoda. Perpaduan sejarah, seni, dan fantasi ini menciptakan sebuah pengalaman lintas zaman yang mampu membuat pengunjung merasa seperti berjalan menyusuri garis waktu kreatif Jepang yang luar biasa panjang dan penuh warna.
22. Ukiyo-e In Play, Menyusuri Jejak dan Interpretasi Baru Seni Cetak Kayu Jepang
Seni ukiyo-e, yang dikenal sebagai gambar dunia yang mengambang, menjadi ikon visual Jepang sejak masa Edo dan terus meninggalkan jejak hingga kini. Melalui garis-garis halus, warna-warna cerah, serta penggambaran aktor kabuki, wanita penghibur, dan lanskap alam yang memesona, para seniman pada masa itu berhasil menangkap semangat kehidupan kota yang riuh sekaligus kefanaan waktu. Nama-nama besar seperti Sharaku, Utamaro, dan Hokusai menjadikan genre ini bukan sekadar karya seni, tetapi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Jepang yang mendunia.
Kini, pengaruh dan semangat ukiyo-e kembali dihidupkan dalam pameran Ukiyo-e In Play yang tengah berlangsung di gedung Hyokeikan, Tokyo National Museum, hingga 15 Juni. Diselenggarakan oleh Adachi Foundation for the Preservation of Woodcut Printing, pameran ini menghadirkan lebih dari 80 karya seniman dan desainer kontemporer yang menggali kembali akar ukiyo-e lalu membubuhinya dengan sentuhan masa kini, tanpa meninggalkan teknik tradisional seperti pengukiran dan pencetakan manual.
Salah satu bagian yang paling menarik adalah Ukiyo-e Artists Today, di mana pengunjung bisa melihat cetakan terbaru dari para kreator seperti Keiichi Tanaami, sosok ternama dalam dunia seni pop Jepang. Melalui karya-karya ini, pengunjung diajak menjelajahi bagaimana ukiyo-e tetap hidup, ceria, dan terus berevolusi mengikuti zaman, sekaligus mempertahankan estetika klasiknya yang tak lekang waktu.
Baca juga: 10 Rekomendasi Workshop dan Kelas Kerajinan Tangan di Tokyo
Ingin tahu informasi menarik lainnya ketika liburan ke Jepang? Jangan lupa follow @tourjepang dan dapatkan info promo, tips & trik, serta destinasi terhits di Jepang!